Pages

Subscribe:

Rabu, 28 Desember 2011

BBM +AIR (HIDROGEN) MENGHEMAT PENGGUNAAN BBM 30-40%




Penggunaan BBM makin hari makin bertambah seiring dengan terus bertambahnya volume kendaraan turut menyumbang emisi karbon dan juga menguras kantong hanya untuk membeli seliter minyak untuk dijadikan karbon yang merusak lingkungan. Kini kita perlu sebuah penghematan guna mengurangi penggunaan bahan bakar minyak fosil yang terus menghasilkan karbon oleh Karena itu kenapa tidak kita menggunakan air untuk kendaraan bermotor yang terbukti oleh Poempida Hidayatullah dan Futung Mustari, yang melakukan uji coba pada 30 jenis kendaraan menunjukkan efisiensi bahan bakar bisa sampai 40 persen atau 1 liter untuk 18 kilometer.


Lies Wisodjodharmo Program Manager Kegiatan Pengembangan Teknologi Fuelcell BPPT mengatakan bahwa timnya‚ juga telah mengaplikasikan Hidrogen ini pada motor dengan kapasitas 500 watt. Hasil dari tes didapatkan bahwa 1 liter gas hidrogen dapat menempuh perjalanan sejauh 1 km. Bila dibandingkan dengan motor yang berbahan bakar biasa, penggunaan hidrogen ini jauh lebih efisien dari segi biaya per kilo yang dikeluarkan.
Bagai mana air kok bias dicampur BBM? Padahal kalo busi kena air saja mesin tidak akan hidup? Itulah hebatnya sains teknelogi, kini kita sedikit mengarah ke kimia aku coba buka buku kimia SMA biar tidak salah ketik, maklum udah lama tidak belajar KIMIA lagi. Air yang memiliki rumus kimia (H20) merupakan senyawa dari unsur Oksigen dan Hidrogen, atau bias dikatakan dalam air ada dua partikel Hidrogen adalah sebuah gas yang sangat mudah terbakar mirip gas LPG, Oksigen adalah sebuah gas yang dibutuhkan untuk pembakaran (pembakaran dapat terjadi kalau ada persediaan Oksigen yang mencukupi). Hidrogen adalah unsur yang teringan. Dan ia juga merupakan unsur yang sangat melimpah. Anda bias menemukannya, hasilnya dapat menghemat BBM 40 sampai 50%. Seperti dilaporkan dalam buku mereka, Rahasia Bahan Bakar Air, uji coba pada Toyota Avanza, Mei lalu,
di seluruh jagad raya ini. Hidrogen ada di bintang-bintang, di ruang antara bintang-bintang, dan tentu saja di bumi yang paling mudahnya kita bias mendapatkannya dari air.
lalu bagaimana hidrogen dapat menghemat BBM? Seperti yang sudah diulas diatas tadi sifat hidrogen yang terkandung dalam air memiliki sifat mudah meledak/terbakar seperti halnya bensin atau minyak tanah. Sedangkan mesin memerlukan bahan bakar untuk melakukan proses pembakaran didalam ruang bakar untuk menciptakan tekanan yang menggerakkan piston. Untuk melakukan proses pembakaran mesin membutuhkan bahan bakar seperti bensin, premium, pertamax atau solar lalu didalam ruang bakar mesin, busi akan memercikan apai guna membakar bahan bakar tersebut sehingga dapatmenggerakkan piston. Nah sekarang bagai mana jika BBM yang selama ini kita beli kini kita gantikan dengan Hidrogen yang banyak terdapat di air.
Gimana caranya mendapatkan Hidrogen dari air? caranya dengan melakukan elektrolisis pada air yaitu penguraian senyawa air (H2O) menjadi oksigen (O2) dan hidrogen gas (H2) dengan menggunakan arus listrik pada elektroda yang melalui air tersebut. Gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan dari reaksi ini membentuk gelembung pada elektroda dan dapat dikumpulkan. Prinsip ini kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan hidrogen yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Atau jika mau iseng iseng pengen percobaan bias lakukan dengan cara berikut Ambil air di dalam sebuah gelas, ingat harus menggunakan air bersih, terus ambil 2 baterai 1.5 V yang berukuran besar, lalu buka kedua baterai itu. Kalau sudah, kamu nanti akan memnemukan sebuah batangan hitam (elektroda). Lalu kedua batangan itu sambung ke baterai 9V. Lalu celupkan dua elektroda itu tadi. Maka akan terlihat gelembung-gelembung hidrogen pada elektroda, hati-hati jangan lakukan percobaan ini dekat api karena sifat hidrogen sangat mudah terbakar.
Hidrogen ini belum dapat digunakan 100% persen pada mesin kendaraan komvensional saat ini karena Kendaraan bermotor umumnya di desain untuk menggunakan bensin (otto cycle), yakni campuran antara cetane (C7H16) dan octane (C8H18). Jadi jika ingin mengaplikasikan Hidrogen ini sebagai bahan bakar, harus mendesain ulang prinsip kerja motor pembakaran piston. Tapi bukan berati teknelogi ini tidak bisa digunakan, kalo tidak biasa untuk apa artikel ini saya posting.
Katanya bapak Djoko yang berhasil membuat teknelogi sederhana ini untuk kendaraan, Hidrogen hasil elektrolisis yang membentuk gelembung udara dapat disalurkan ke manipol dan bercampur dengan bensin yang sudah dikabutkan oleh karburator menuju ruang pembakaran. Pembakaran yang dengan tambahan gas hidrogen ini ternyata makin kuat, yang berdampak pada penghematan BBM. Bisa dikatakan air bias buat menghemat BBM yang harganya mahal saat ini. Menurut Djoko, biaya untuk membuat rangkaian penghemat BBM yang dibutuhkan untuk pembelian tabung plastik, elektroda, dioda, lampu, dan kabel hanya mencapai puluhan ribu rupiah.
Ini merupakan teknelogi masa depan, mungkin 50 tahun kedepan semua kendaraan sudah menggunakan bahan bakar hidrogen yang sekarang teknelogi ini sudah gencar dikembangkan oleh produsen-produsen otomotif dunia. Atau bias dikatakan suatu hari nanti kita ridak perlu lagi keluarin duit utuk beli BBM. Tinggal isi tangki pake air mobil jalan deh.
Kendaraan hidrogen adalah kendaraan yang mempergunakan gas hidrogen sebagai bahan bakarnya. Kereta ini tidak terbatas pada mobil saja, melainkan telah ada pesawat udara yang menggunakan hidrogen sebagai bahan bakarnya. Pada dasarnya kereta seperti ini ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar konvensional seperti minyak yang biasanya akan menimbulkan polusi dan efek rumah kaca.

Teknelogi bahan bakar hidrogen ini sebenarnya sudah lama ditemukan sejak 90 tahun yang lalu. tetapi karena pembisnis-pembisnis minyak takut bangkrut pada saat itu hasil temuan ini dihilangkan, bukan hanya temuannya, tetapi juga penelitinya. Nasib tragis dialami Nicola Tesla yang dipenjara dan dihukum mati tahun 1943 dan Stanley Meyer dari AS yang terbunuh tahun 1998. Upaya pembuatan bahan bakar air (watercar) sebenarnya telah dirintis lebih dari dua abad, tepatnya pada tahun 1805 oleh Isaac de Rivaz yang dari Swiss. Ia orang pertama yang menggunakan hidrogen yang dihasilkan dari elektrolisa sebagai bahan bakar untuk mesin. Namun ketika itu rancangannya belum dapat memuaskan. Setelah itu, tersebutlah beberapa nama peneliti yang melanjutkan upaya itu, seperti Luther Wattles dan Rudolf A Erren. Kemudian, Yull Brown, warga Sydney, Australia, pada tahun 1974 berhasil membuat BBA untuk menggerakkan mesin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar